(031) 8495399 doni.advokat@gmail.com
EnglishIndonesian

Author: Fica Candra Isnani, S.H.

Sengketa merek dagang antara PT. Ayam Geprek Benny Sujono dengan Ruben Samuel Onsu ternyata tidak berhenti sampai pada Putusan Pengadilan Niaga. Bahwa sebelumnya berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst tanggal 13 Januari 2020 yang dalam amar putusannya telah menolak Gugatan Penggugat Ruben Samuel Onsu tersebut untuk seluruhnya.

Putusan Majelis Hakim yang menetapkan hak atas penggunaan merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR + LUKISAN” yang jatuh pada PT. Ayam Benny Sujono telah menimbulkan rasa ketidakpuasan dari pihak Ruben Samuel Onsu beserta kuasa hukumnya selaku pihak Penggugat. Bentuk ketidakpuasan tersebut terlihat dengan diajukannya permohonan kasasi di Mahkamah Agung (MA) oleh Ruben Samuel Onsu beserta kuasa hukumnya. Dasar pengajuan Kasasi tersebut diajukan berdasarkan ketentuan Pasal 87 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis yang berbunyi “Terhadap putusan pengadilan Niaga sebagaimana maksud Pasal 85 ayat (8) hanya dapat diajukan kasasi”.

Menaruh harapan atas kembalinya hak merek “BENSU” pada proses kasasi, pihak Ruben Samuel Onsu nyatanya tetap pada perolehan putusan yang sama, yang mana permohonan kasasinya terhadap sengketa merek yang diajukannya ditolak oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung melalui Putusan MA Nomor 575 K/Pdt.Sus-HKI/2020 tanggal 20 Mei 2020. Putusan yang ditetapkan oleh Majelis Hakim MA menguatkan kembali hasil Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst tanggal 13 Januari 2020, bahwa pemilik dan pemakai pertama yang sah atas Merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR + LUKISAN”, nomor pendaftaran IDM000643531, Kelas 43 tanggal pendaftaran 24 Mei 2019, nama pemilik PT Ayam Geprek Benny Sujono. Hal ini sebagai akibat hukum dari pendaftarkan merek dagang “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR + LUKISAN” yang terlebih dahulu didaftarkan melalui Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI).

Mahkamah Agung atas kewenangan judex juris dalam kasus sengketa  merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR + LUKISAN” telah menguatkan amar Putusan Pengadilan Niaga tersebut atas dasar bahwa penerapan hukum yang diterapkan oleh Pengadilan Niaga dalam memutus sengketa merek dagang “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR + LUKISAN” dinilai telah tepat atau tidak salah dalam menerapkan hukumnya. Menurut penulis terhadap Putusan Pengadilan Niaga yang memiliki kewenangan judex facti dapat dinilai telah sesuai dalam memeriksa dan memutus sengketa tersebut yang didasarkan pada fakta dan peristiwa hukum yang sebenarnya terjadi. Hal tersebut dibuktikan dengan diputuskannya PT. Ayam Geprek Benny Sujono sebagai pemilik dan pemakai pertama yang sah atas Merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR + LUKISAN”.

Implementasi dari putusan MA kini berujung pada pembatalan 6 (enam) merek terdaftar atas nama Ruben Samuel Onsu pada Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. Berdasarkan Pasal 92 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur “pembatalan atau penghapusan pendaftaran Merek dilakukan oleh Menteri dengan mencoret merek yang bersangkutan dengan memberi cacatan tentang alasan dan tanggal pembatalan atau penghapusan tersebut”. Berdasarkan aturan Pasal 92 ayat (1) UU Merek dan Indikasi Geografis dapat disimpulkan bahwa setelah dilaksanakannya pembatalan pada 6 (enam) merek dagang terdaftar atas nama Ruben Samuel Onsu maka, atas 6 (enam) merek milik Ruben Samuel Onsu tersebut tidak lagi memiliki perlindungan hukum.

Hal di atas merupakan salah satu contoh kasus atas sengketa merek yang terjadi di masyarakat yang menggambarkan akan pentingnya suatu merek bagi pelaku usaha karena merek merupakan identitas usaha yang memiliki nilai komersial yang tinggi dan sekaligus menjadi nilai jual atas produk dan jasa yang dihasilkan.