(031) 8495399 doni.advokat@gmail.com
EnglishIndonesian

Author: Putrin Ayu Trisnawati, S.H.

Sesuai dengan perkembangan ekonomi digital dan teknologi informatika yang semakin pesat, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, secara resmi telah meluncurkan meterai elektronik (E-Meterai) pada tanggal 1 Oktober 2021. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai menjadi landasan hukum pengenaan bea meterai terhadap dokumen elektronik tertentu.

E-Meterai yang merupakan pajak atas dokumen elektronik berguna untuk menjadikan suatu dokumen elektronik dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan, namun bukan merupakan penentu sah atau tidaknya dokumen elektronik tersebut. Hal ini mengacu pada Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 8 Tahun 2011 yang menyebutkan bahwa dokumen elektronik merupakan alat bukti hukum yang sah. Artinya, dokumen elektronik memiliki kedudukan yang sama dengan dokumen konvensional seperti dokumen kertas, sehingga perlu penanganan yang sama seperti dokumen kertas juga, termasuk penggunaan Bea Meterai Elektronik.

Dalam penerbitan meterai elektronik, Pemerintah menunjuk Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) sebagai institusi yang sah mengeluarkan meterai elektronik seperti halnya meterai yang sifatnya fisik. Peluncuran meterai elektronik tersebut guna memenuhi kebutuhan dokumen digital dan meterai ini dijual seharga Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

Gambar E-Meterai

Dikutip dari laman kemenkeu.go.id, pada E-Meterai dilengkapi pengamanan teknologi seperti digital signature X.509 SHA 512 juga tiga fitur keamanan lainnya, seperti fitur keamanan Overt yakni setiap E-Meterai punya desain berbeda dan sebanyak 70 persen desain meterai elektronik dibuat barcode unik.

Seperti pada meterai pada umumnya di dalam dokumen elektronik, E-Meterai mengandung beberapa elemen tanda seperti terdapat 22 digit kode unik berupa nomor seri yang dihasilkan oleh Sistem Meterai Elektronik. Selanjutnya dalam E-Meterai juga terdapat gambar Pancasila. Kemudian terdapat pencantuman kata yang tertulis “Meterai Elektronik” terakhir ada tulisan nominal 10.000, yang bermaksud untuk menunjukan angka dan tulisan yang menunjukan tarif.

Berikut cara membeli meterai elektronik di portal E-Meterai:

  1. Buka portal e-meterai melalui laman pos.e-meterai.co.id;
  2. Daftarkan email dengan klik “Daftar di sini”, isi data, lalu masukkan kode OTP yang diberikan melalui SMS untuk validasi;
  3. Login di portal e-meterai dengan memasukkan email dan password yang telah didaftarkan;
  4. Setelah Log In, anda akan dihadapkan pada dua pilihan menu, Pembelian dan Pembubuhan;
  5. Bila belum memiliki meterai elektronik, pilih Pembelian;
  6. Setelah itu, anda bisa melanjutkan tahap Pembubuhan, memasukkan detil informasi dokumen seperti tanggal, nomor dokumen, dan tipe dokumen;
  7. Unggah dokumen dalam format PDF;
  8. Posisikan meterai sesuai dengan ketentuan yang berlaku Klik “Bubuhkan Meterai”, Klik “Yes”;
  9. Selanjutnya, muncul menu masukkan PIN, isi PIN yang telah didaftarkan, proses pembubuhan selesai;
  10. Anda bisa langsung mengunduh file PDF dari dokumen yang sudah terbubuhi meterai elektronik atau mengirim ke email yang sudah terdaftarkan.

Namun, saat ini pembelian meterai elektronik masih terbatas di tahap uji coba di lima BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Diharapkan dengan adanya E-Meterai ini dapat memudahkan masyarakat dalam membeli dan menggunakannya dan dapat dilakukan dimana saja dan kapanpun.