(031) 8495399 doni.advokat@gmail.com
EnglishIndonesian

Author: Fica Candra Isnani, S.H.

Salah satu pelanggaran atas hak kekayaan intelektual yang banyak ditemui di dunia usaha selain merek adalah hak cipta. Sebagaimana sautu contoh kasus pelanggaran hak cipta yang telah diputus oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat berikut ini.

Penggugat yaitu Yudi Surjadi yang di dampingi dengan Kuasanya Lisa Agustiana, S.H. dan Singgih Darjo Atmadja, S.H. melawan  Ruddy Sundjaja Setiawan yang di dampingi dengan Kuasanya H. Djoni Widjaja Aluwi, S.H., Wenda Aluwi, SH, Mario Pardamean Sinaga, S.H. selaku Tergugat. Pada pokok permasalahannya Yudi Surjadi (Penggugat) mengajukan gugatan pembatalan pendaftaran Hak Cipta atas jenis seni motif dengan Judul Ciptaan “Batik Daun Hijau Nusantara” yang terdaftar dengan No. C00201703679 tanggal 29 Agustus 2017 atas nama Ruddy Sundjaja Setiawan. Bahwa pada tanggal 20 Juni tahun 2011, Penggugat telah menciptakan hasil ciptaan berupa seni motif batik “Batik Hijau” yang telah diwujudkan dalam kain dan telah digunakan oleh Penggugat. Dalam hal ini Penggugat juga memproduksi atas kain batik dengan seni motif Batik Hijau dalam jumlah besar dengan menggunakan digital printing. Penggugat kemudian mendaftarkan motif batik tersebut kedalam perlindungan Desain Industri terkait perlindungan komposisi garis dan komposisi warna pada tanggal 29 Juli 2011 dengan No. Pendaftaran ID 0 029 862-D tertanggal 17 Februari 2012, dimana Penerimaan Permohonan pada tanggal 29 Juli 2011.

Bahwa Ruddy Sundjaja Setiawan (Tergugat) adalah pelanggan dari Penggugat, dimana sejak tanggal 13 Desember 2016 sampai dengan 18 April 2017, Tergugat membeli kain batik dengan seni motif Batik Hijau yang merupakan Ciptaan dari Penggugat. Bahwa kemudian pada tanggal 29 Agustus 2017, Tergugat mendaftarkan ciptaan berupa seni motif batik dengan Judul “Ciptaan Batik Daun Hijau Nusantara” kepada Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual, dalam hal ini adalah Direktur Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit terpadu dan Rahasia Dagang dengan Surat Pencatatan Ciptaan Nomor : C00201703679, permohonan tertanggal 29 Agustus 2017 dengan Judul “Batik Daun Hijau Nusantara”

Baca juga: Mengapa Harus Mencatatkan Hak Cipta, Ini Manfaatnya!

Dalam kasus diatas, bahwa motif batik yang didaftarkan hak ciptanya oleh Tergugat memiliki persamaan dengan milik Penggugat dimana milik penggugat belum melakukan pendaftaran pencatatan ciptaan. Dalam pertimbangannya berdasarkan Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-Hak Cipta/2021/PN Niaga Jkt.Pst, hakim memutuskan mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian, yang menyatakan bahwa penggugat sebagai pencipta dan atau pemegang Hak Cipta atas motif Batik Hijau Daun milik Penggugat serta membatalkan pencatatan Ciptaan Nomor C00201703679 Hak Cipta dengan Judul Ciptaan “Batik Daun Hijau Nusantara”. atas nama Ruddy Sundjaja Setiawan pada tanggal 29 Agustus 2017 pada Daftar Umum Ciptaan.

Pada aturan Hak Cipta yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, perlindungan terhadap suatu ciptaan lahir secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif. Pasal 1 angka 1 UU Nomor 28 Tahun 2014 yang berbunyi bahwa Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Proses pencatatan ciptaan sendiri merupakan suatu proses administratif yang sifatnya bukanlah merupakan satu kewajiban. Pencatatan Ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan tidak mengandung arti sebagai pengesahan atas isi, arti, maksud, atau bentuk dari Ciptaan yang dicatat (Modul DJKI, 2020:48). Tujuan dari pencatatan tidak lain guna memudahkan sang pemilik dalam mengawasi peredaran atau penggunaan atas ciptaannya serta apabila terjadi sengketa dikemudian hari maka memudahkan pemilik dalam hal pembuktian.

Baca juga: Teknik Penyusunan Drafting Desain Industri

Pada kasus diatas, Penggugat Yudi Surjadi terbukti merupakan pihak pertama yang menciptakan seni motif “Batik Hijau”. Dalam kasusnya Penggugat memang tidak mendaftarkan hasil ciptaannya atau mencatatkan ciptaannya dalam objek perlindungan Hak Cipta melainkan mendaftarkan motif batik miliknya kedalam perlindungan Desain Industri. Namun, hal tersebut bukan berarti motif batik “Batik Hijau” milik Yudi Surjadi tidak memperoleh perlindungan. Berlandaskan prinsip deklaratif ciptaan milik penggugat Yudi Surjadi berupa seni motif “Batik Hijau” termasuk sebagai objek perlindungan hak cipta yang perlindungannya didapatkan secara otomatis sejak diumumkan atau dikenal masyarakat. Dari kasus diatas dapat disimpulkan bawah perlindungan atas suatu ciptaan tidak didasarkan pada suatu pencatatan ciptaan terlebih dahulu melainkan terhadap ciptaan tersebut telah diketahui oleh masyarakat. Berbeda dengan perlindungan kekayaan intelektual lainnya seperti Merek yang perlindungannya lahir atas dasar adanya pendaftaran Merek.

Tag: Berita , Artikel , Konsultan Kekayaan Intelektual