(031) 8495399 doni.advokat@gmail.com
EnglishIndonesian

Author: Fica Candra Isnani, S.H.

Merek dan paten merupakan 2 (dua) dari 6 (enam) jenis perlindungan hak kekayaan industri yang termasuk dalam ruang lingkup Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pada praktiknya, masyarakat lebih banyak sekedar mengetahui penggunaan istilah merek dan paten tanpa mengetahui lebih jelas apa definisi dan perbedaan dari keduanya. Minimnya pengetahuan tersebut berakibat pada munculnya kebingungan bagi masyarakat terutama pengusaha dalam menentukan objek mana yang termasuk perlindungan merek dan objek mana yang termasuk perlindungan paten.

Definisi merek diatur secara jelas dan lengkap dalam Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Merek dan Indikasi Geografis yang selanjutnya disebut UUMIG yang berbunyi “Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa”. Berdasarkan isi Pasal 1 angka (1) UUMIG, bahwa pada dasarnya merek adalah sebuah desain khusus baik gambar maupun tulisan yang di gunakan pada sebuah produk barang atau jasa dengan tujuan sebagai unsur pembeda antara usaha satu dengan usaha lainnya.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa objek dari perlindungan merek adalah sebuah hasil karya atau dalam hal ini adalah sebuah desain produk usaha baik berupa gambar, logo, hologram, tulisan, atau suara dalam bentuk 2 (dua) dan/atau 3 (tiga) dimensi. Salah satu contohnya yakni merek Indomie (merek dalam bentuk susunan huruf) dan Aqua (merek dalam bentuk susunan huruf ditambah dengan logo gambar yaitu gunung dan air), dll. Penting pula untuk mengetahui bahwa merek dan hak atas merek merupakan kesatuan yang berbeda, dimana merek adalah objek perlindungan sedangkan hak atas merek adalah hak eksklusif yang dimiliki pemilik merek setelah mendaftarkan mereknya sehingga melahirkan perlindungan hukum pada merek tersebut.

Jika objek perlindungan merek adalah merek berbeda halnya dengan objek perlindungan paten. Aturan terkait paten diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten yang selanjutnya disebut UU Paten. Definisi paten terdapat dalam Pasal 1 angka (1) UU Paten yang berbunyi “Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada investor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya”. Melihat isi pada Pasal 1 angka (1) UU Paten, dalam hal yang menjadi objek perlindungan Paten adalah sebuah invensi di bidang teknologi.

Invensi menurut Pasal 1 angka (2) UU Paten yaitu “invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses”. Dapat diketahui melalui penjelasan Pasal 1 angka (1) dan angka (2) UU Paten bahwa objek perlindungan paten dalam hal ini merupakan sebuah ide atau penemuan baru dibidang teknologi dimana mengandung unsur pemecahan masalah didalamnya, baik dalam berupa produk atau proses. Merujuk pada Pasal 2 UU Paten, paten dapat di jeniskan menjadi 2 macam yaitu paten dan paten sederhana. Perlindungan paten ditujukan terhadap ide atau penemuan baru yang memiliki unsur pemecahan masalah dibidang teknologi baik berupa produk atau proses. Salah satu contoh paten dalam bentuk proses yakni Kincir Angin  Kerja Ganda (DJKI, Modul Kekayaan Intelektual Bidang Drafting Paten, 2019:15) sedangkan perlindungan paten sederhana yakni terhadap ide atau penemuan baru atas pengembangan suatu produk atau proses yang sudah ada yang memiliki unsur pemecahan masalah. Contoh paten sederhana dalam bentuk produk yakni Payung tidak bergagang yang dipasangkan di kepala (DJKI, Modul Kekayaan Intelektual Bidang Drafting Paten, 2019:16).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi objek perlindungan merek ialah sebuah objek nyata yaitu desain produk baik berupa gambar, logo, hologram, tulisan, atau suara yang ditujukan untuk sebuah usaha barang atau jasa sedangkan objek perlindungan paten merujuk pada sebuah invensi/ide atas suatu penemuan baru di bidang teknologi yang memiliki unsur pemecahan masalah di dalamnya baik berupa produk atau proses.