(031) 8495399 [email protected]
EnglishIndonesian

Persekutuan Perdata Doni Budiono & Rekan

Author: Putri Ayu Trisnawati, SH.

Pada 2015, pengekspor sarang burung walet asal Indonesia mengirimkan 14 ton ke China. Lalu meningkat menjadi 26 ton pada tahun 2016 dan 52 ton pada tahun 2017. Sementara harganya tergantung kualitas barang tapi berada di kisaran USD 1.500-2.000.
Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPBSI) optimistis industri sarang burung berpotensi untuk terus tumbuh dan bisa berkontribusi terhadap pendapatan negara.
Pada tahun 2017, nilai ekspor sarang burung walet ke Tiongkok mencapai 102,8 juta USD. Hingga April 2018, tercatat sebanyak 17 eksportir Indonesia telah tersertifikasi untuk dapat melakukan ekspor langsung ke China.
China merupakan negara tujuan utama ekspor sarang burung walet asal Indonesia. Hingga April 2019, ekspor komoditas ini ke China tercatat sebesar 40,18 juta dolar AS dengan volume 21,32 ton, atau naik 6,56 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 20 ton. Selama lima tahun terakhir (2014-2018), ekspor komoditas ini menunjukan tren positif, yaitu 30,62 persen.
Diketahui, industri sarang burung walet Indonesia awalnya adalah bisnis rumahan yang saat itu belum terlalu memerhatikan higienis dan belum bisa diekspor langsung ke China, tapi masih melalui negara ketiga.
Mendag melobi Pemerintah China, khususnya General Administration of Custom China (GACC) untuk lebih membuka dan memudahkan ekspor sarang burung walet indonesia. Kementerian Perdagangan, khususnya melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center siap membantu dan memfasilitasi para eksportir untuk memperluas pasar ekspornya di berbagai negara.
Untuk menjaga kualitas tetap terjaga dan nama baik sarang burung Indonesia, maka perusahaan perorangan dilarang ekspor karena tidak miliki nomor registrasi serta dikhawatirkan belum bisa memenuhi syarat kebersihan. Mengingat harga sarang burung mahal, maka tidak sedikit yang berupaya menyelundupkan melalui negara ketiga ke China yang jelas merugikan pendapatan devisa Indonesia.
Untuk masuk ke pasar China, produk sarang burung walet Indonesia harus melalui protokol persyaratan kebersihan, karantina, dan pemeriksaan untuk importasi oleh otoritas China. Selain itu, diperlukan sertifikasi Certification and Accreditation Administration of the People’s Republic of China (CNCA).
Dengan semakin tingginya permintaan sarang burung walet ke China, maka Kementerian Perdagangan menganggap perlu adanya aturan yang jelas, khususnya dari sisi kualitas. Bukan hanya Kementerian Perdagangan, tapi Badan Karantina juga dilibatkan ikut mendorong kesehatan dan kebersihan produk itu siap ekspor. Saat ini sarang burung yang diekspor ke China ada label khusus menandakan memenuhi syarat kesehatan.